Sebagai seorang [role pengguna], saya dapat [melakukan sesuatu], supaya [mencapai tujuan].
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, berikut ini adalah beberapa contohnya:
- Sebagai seorang pembeli di marketplace, saya dapat mencari diskon dengan mudah, supaya dapat membeli dengan harga murah.
- Sebagai seorang tukang ojek, saya dapat mendapatkan order lewat aplikasi, supaya tidak menunggu terlalu lama di pangkalan.
- Sebagai seorang manajer, saya dapat melihat data performa seluruh karyawan, supaya dapat menentukan karyawan terbaik.
Dengan adanya format ini, kebutuhan pengguna menjadi lebih jelas dan mudah dipahami. Tidak hanya untuk Anda saja, melainkan juga untuk para stakeholder. Selain itu, User Story juga bisa menjadi checklist untuk menyelesaikan beberapa masalah pengguna. Bahkan, Anda bisa memprioritaskan masalah mana yang akan diselesaikan terlebih dahulu dengan adanya checklist ini.
Latihan Membuat User Story
Sudah paham seperti apa User Story? Nah, sekarang mari kita berlatih untuk membuat User Story. Jangan lupa menggunakan format yang telah diajarkan ya! Berikut ini adalah langkah-langkahnya:-
Tulis terlebih dahulu format penulisan User Story, yakni:
Sebagai seorang _______, saya dapat _______, supaya _______. -
Lihat kembali data hasil dari riset Anda. Kemudian, masukkan data berikut:
- Pada isian pertama, isikan siapa pengguna Anda.
- Pada isian kedua, isikan apa yang diinginkan pengguna.
- Pada isian ketiga, isikan manfaat apa yang didapatkan pengguna.