Seperti ketika membuat resolusi di awal tahun, kebanyakan mereka gagal mewujudkan resolusinya karena mereka lupa dan tidak melihat lagi resolusi mereka di bulan-bulan selanjutnya. Akhirnya, resolusi tahun selanjutnya adalah melanjutkan resolusi tahun sebelumnya.
Anda tentu tak menginginkannya, bukan?
Untuk itulah menetapkan tujuan yang jelas dan mengingatnya adalah hal penting, termasuk untuk kita sebagai UX Designer. Ingat kembali tujuan yang sudah Anda buat di awal dan lihat apakah masalah yang diutarakan pengguna sesuai atau tidak. Misalnya, kita ingin mendesain aplikasi yang mudah digunakan untuk memesan kopi. Kemudian, pengguna bilang masalahnya adalah harga kopi yang mahal. Tentu ini bukan termasuk masalah yang akan Anda selesaikan, bukan? Masalah yang akan Anda selesaikan adalah yang bersifat pokok atau disebut dengan pain point.
Pain point adalah masalah yang sampai membuat pengguna frustasi dan menghalangi pengguna untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Berikut ini adalah beberapa contohnya:
- Kesusahan membaca teks yang terlalu kecil.
- Bingung mencari lokasi checkout pada aplikasi marketplace.
- Iklan terlalu sering muncul dan sangat mengganggu.
- Promo tidak ada atau tidak terlihat.
- Kesusahan untuk kustomisasi, seperti level kopi, ukuran, gula, dan jumlah es.
- Sulit mencari minuman panas yang namanya tidak jelas.
- Jarak antar tombol terlalu dekat.