Skip to main content
Seperti yang Anda tahu, berempati merupakan faktor yang sangat penting untuk memahami masalah pengguna. Anda mungkin sudah mendapatkan berbagai macam masalah dari Empathy Map yang sudah Anda buat sebelumnya. Namun, apakah semua masalah yang diutarakan pengguna benar-benar merupakan hal utama yang perlu diselesaikan? Bagaimana caranya kita mencari tahu? dos:aa935dd708b90086b519c75768b90fb920211001142711.png Seperti ketika membuat resolusi di awal tahun, kebanyakan mereka gagal mewujudkan resolusinya karena mereka lupa dan tidak melihat lagi resolusi mereka di bulan-bulan selanjutnya. Akhirnya, resolusi tahun selanjutnya adalah melanjutkan resolusi tahun sebelumnya.  Anda tentu tak menginginkannya, bukan?  Untuk itulah menetapkan tujuan yang jelas dan mengingatnya adalah hal penting, termasuk untuk kita sebagai UX Designer. Ingat kembali tujuan yang sudah Anda buat di awal dan lihat apakah masalah yang diutarakan pengguna sesuai atau tidak. Misalnya, kita ingin mendesain aplikasi yang mudah digunakan untuk memesan kopi. Kemudian, pengguna bilang masalahnya adalah harga kopi yang mahal. Tentu ini bukan termasuk masalah yang akan Anda selesaikan, bukan? Masalah yang akan Anda selesaikan adalah yang bersifat pokok atau disebut dengan pain point. Pain point adalah masalah yang sampai membuat pengguna frustasi dan menghalangi pengguna untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Berikut ini adalah beberapa contohnya:
  • Kesusahan membaca teks yang terlalu kecil.
  • Bingung mencari lokasi checkout pada aplikasi marketplace.
  • Iklan terlalu sering muncul dan sangat mengganggu.
Sekarang Anda sudah tahu apa itu pain point. Selanjutnya, cobalah untuk menuliskan pain point tersebut pada template Case Study yang akan menjadi portofolio Anda.  Berikut adalah contoh pain point pada studi kasus Aplikasi Pemesanan Kopi:
  • Promo tidak ada atau tidak terlihat.
  • Kesusahan untuk kustomisasi, seperti level kopi, ukuran, gula, dan jumlah es.
  • Sulit mencari minuman panas yang namanya tidak jelas.
  • Jarak antar tombol terlalu dekat.
Selamat! Anda telah mengisi satu bagian lagi dari Case Study Anda. Tetap semangat dan lanjutkan!