Membuat UX Case Study
UX Case Study merupakan dokumen yang berisi hasil dari studi kasus dalam menyelesaikan suatu masalah. Dengan adanya dokumen ini, orang lain menjadi tahu bagaimana proses suatu desain dibuat, mulai dari riset, keputusan dalam memilih desain, dan kreativitas dalam membuat desain. Case Study yang bagus bisa meningkatkan peluang Anda untuk diterima kerja daripada hanya sekedar menampilkan CV yang sederhana. Sebuah UX Case Study biasanya berisi hal-hal berikut:- Ringkasan sekilas tentang project
- Hasil riset pada tahap Empathize
- Problem Statement pada tahap Define
- Hasil eksplorasi pada tahap Ideation
- Konsep desain awal berupa Wireframe dan user flow
- Hasil final desain berupa mockup dan prototype
- Hasil riset setelah tes ke pengguna
- Buat struktur yang runtut dan berkesinambungan.
- Tonjolkan cerita dan proses ketika menyelesaikan studi kasus.
- Tunjukkan iterasi pada desain yang menunjukkan usaha Anda.
Membuat Portofolio
Untuk membuat orang lain tahu kemampuan Anda, portofolio merupakan hal yang sangat penting. Portofolio merupakan koleksi dari apa yang pernah Anda buat sebelumnya. Untuk saat ini membuat portofolio cukuplah mudah, Anda dapat menunjukkan hasil karya dengan membuat website dan membeli domain sendiri. Beberapa layanan yang bisa Anda manfaatkan adalah:- Squarespace
- Webflow
- Wix
- Google Sites
- Gunakan perkenalan yang singkat dan unik tentang diri kamu. Buat impresi pertama yang berkesan.
- Informasi data diri yang jelas sehingga mudah untuk dihubungi.
- Masukkan personal brand yang khas dari diri Anda dalam membuat desain. Bisa dengan membuat logo personal, tema warna dan font yang konsisten, ataupun dengan gaya bahasa khas dari diri Anda.
Berkomunitas
Selain membuat portofolio, berkomunitas adalah salah satu hal yang penting ketika menjadi UX Designer. Dengan berkomunitas, Anda bisa mendapatkan info terbaru terkait ilmu UX Design ataupun mengetahui tren desain yang sedang populer. Beberapa komunitas yang biasa digunakan oleh para UX Designer adalah:- Dribbble
- Behance
- Medium
- Rutin membagikan karya sesuai dengan bidang yang Anda minati.
- Berikan apresiasi dan komentar terhadap karya orang lain untuk membangun koneksi.
- Jauhkan diri dari impostor syndrome, yakni perasaan tidak pantas untuk mencapai sesuatu. Ketahuilah bahwa Anda memiliki kemampuan yang bisa berguna untuk orang lain.