Transkrip
Berjumpa lagi dengan saya, Aan. Saya harap Anda menikmati perjalanan dalam melakukan UX Design dengan menggunakan Design Thinking ini. Sebelumnya, Anda telah mempelajari bagaimana cara berempati dengan pengguna untuk mendefinisikan masalah mereka
Nah, sekarang kita lanjut ke tahap selanjutnya, yaitu Ideate. Pada tahap Ideate, Anda melakukan eksplorasi untuk menghasilkan ide yang bisa menjadi solusi dari masalah yang telah didefinisikan sebelumnya.
Tujuan dari proses tersebut adalah untuk mendapatkan sebanyak mungkin alternatif solusi yang nantinya bisa diterapkan. Pada saat melakukan eksplorasi, janganlah membatasi diri. Namun, berpikirlah sekreatif mungkin, karena terkadang beberapa ide gila justru menjadi sangat berharga. Jadi, jangan takut berpendapat ya!
Sebagai contoh adalah air mineral. Tahukah Anda pada awalnya orang yang menjual air mineral ditertawakan orang lain. Mereka bilang, ”Kamu itu kok aneh? Di sini air melimpah di mana-mana. Lah kok kamu malah jualan air putih?” Namun, bagaimana akhirnya? Seperti yang Anda tahu, saat ini produk tersebut justru ada di mana-mana dan laku keras di pasaran. Pencetus penjual air mineral tahu bahwa produknya akan memudahkan orang yang ingin membawa air ke mana saja tanpa repot memasak air terlebih dahulu.
Dari sini kita tahu bahwa tidak ada ide yang buruk, maka cobalah menggali ide sebanyak-banyaknya. Proses menggali ide ini disebut dengan brainstorming. Nah, ada dua metode yang akan kita pelajari untuk melakukan brainstorming, yaitu metode How Might We dan metode Crazy Eight.
Setelah melakukan brainstorming, lakukanlah evaluasi untuk memilih ide dengan mempertimbangkan beberapa hal berikut:
- Pertama adalah feasible, yakni apakah ide bisa diimplementasikan secara teknis atau tidak.
- Kedua adalah desirable, yakni apakah ide benar-benar dapat menyelesaikan masalah pengguna atau tidak.
- Terakhir adalah viable, yakni apakah ide menguntungkan secara bisnis atau tidak.