Skip to main content
Sebelum melangkah lebih lanjut, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu 4 karakteristik utama yang memengaruhi user experience. Keempat aspek ini akan menentukan apakah suatu produk dikatakan memiliki UX Design yang baik atau tidak. Apa sajakah itu?

Useful (Berguna)

Produk yang useful (berguna) adalah produk yang menyelesaikan masalah penggunanya. Hal ini tentu merupakan pilar utama untuk membuat UX Design yang baik. Apabila suatu produk tidak menyelesaikan masalah, tentu produk tersebut tidak akan digunakan lagi.  Contoh sederhana dari aspek ini adalah sebuah mobil. Semua orang pasti tahu bahwa fungsi utama dari sebuah mobil adalah untuk bisa bergerak dari satu titik ke titik yang lain. Di sisi lain, jika sebuah mobil tidak bisa berjalan, dapat dikatakan mobil tersebut tidak useful atau tidak berguna.
202107221139353ce897ebea71b67f8e41f207c1998792.jpeg
Dari sini dapat kita pahami bahwa useful adalah sesuatu yang terlihat langsung dan tidak berkaitan dengan manfaat nonpraktis, seperti estetika ataupun kemudahan. Contohnya, sebuah aplikasi dinyatakan berguna jika bisa memenuhi kebutuhan dari penggunanya. Misalkan pada aplikasi Instagram terdapat fitur untuk mengakses kamera yang tentu saja dibutuhkan pengguna ketika mereka ingin mengabadikan sebuah momen dan menggunakan filter. Jika fitur tersebut tidak berjalan, tentu akan memberikan pengalaman yang buruk pada penggunanya. Untuk mengevaluasi apakah suatu produk sudah berguna atau tidak, Anda dapat bertanya seperti ini:
  • Apakah produk tersebut menyelesaikan masalah Anda?
  • Apakah desain Anda membantu pengguna mencapai tujuan yang ia inginkan?
  • Apakah desain Anda memberikan value (nilai) pada pengalaman pengguna?

Usable (Mudah Digunakan)

Yang dimaksud dengan usable adalah produk yang dibuat mudah untuk digunakan, terutama untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memuaskan. Salah satu caranya yaitu dengan membuat desain, bentuk, dan struktur yang jelas serta efisien penggunaannya. Perlu diketahui bahwa usable dan useful adalah dua hal yang berbeda. Usable lebih ke arah kemudahan pemakaian, sedangkan useful berhubungan tentang fungsionalitas utama produk dalam menyelesaikan masalah. Suatu produk jika menyelesaikan masalah, tetapi tidak mudah digunakan, ujung-ujungnya pasti akan ditinggalkan. Setuju? 202107221139355ffd12fb66b2def04406b7104bc8487d.jpeg Sebagai contoh adalah botol saus. Dari sisi UI (User Interface), botol pertama memiliki tampilan yang bagus dengan bahan kaca, tetapi ia memiliki UX (User Experience) yang cukup buruk ketika digunakan. Botol dengan jenis ini biasanya memerlukan tenaga ekstra, Anda harus menepuk-nepuk bagian belakang botol terlebih dahulu untuk mengeluarkan saus di dalamnya. Ketika saus sudah keluar, jumlahnya pun sering tidak sesuai dengan yang diharapkan. Apakah Anda pernah merasakannya? Menjengkelkan, bukan? Berbeda dengan botol kedua yang berbahan plastik. Walaupun secara tampilan UI kurang menarik, tetapi ia memiliki UX yang baik. Karena letak tutup botol ada di bagian bawah, Anda tidak perlu menunggu saus turun untuk keluar. Selain itu, Anda dapat memencet kemasan saus dengan tenaga sesuai dengan jumlah yang diinginkan. Tidak ada saus yang terbuang percuma dan Anda pun puas. Itulah yang dimaksud aspek usable untuk membuat UX yang baik. Pada produk digital, Anda dapat menanyakan kepada pengguna pertanyaan seperti ini: 
  • Apakah Anda dapat dengan cepat menemukan fitur yang diinginkan?
  • Apakah Anda menyelesaikan apa yang diinginkan (misal memesan barang) dengan mudah tanpa mencoba berulang kali?
  • Apakah Anda tidak perlu waktu lama untuk memahami suatu perintah di dalamnya?
Jika jawabannya adalah iya, itu artinya Anda telah menerapkan usable dengan baik. Selamat!

Enjoyable (Menyenangkan)

Membuat produk bisa berjalan sesuai ekspektasi adalah hal yang biasa, tetapi menciptakan produk yang enjoyable (menyenangkan) adalah cerita yang berbeda. Produk yang membuat pengguna puas akan cenderung memicu pengguna untuk memberikan rating dan review yang baik. Bukan hanya itu saja, ia juga akan merekomendasikan produk tersebut kepada teman-temannya. Inilah hal yang penting! Karena sebagian besar orang mau mencoba produk baru berdasarkan saran dari orang yang ia kenal. Enjoyable merupakan aspek yang paling penting, hal ini karena ia merupakan aspek yang paling tinggi pada piramida UX seperti pada gambar berikut:
2021072211393763e16fda723b500b7da4d5d7b819f294.jpeg
Di awal, pengguna mungkin hanya membutuhkan aplikasi sesuai kebutuhan fungsionalitasnya saja. Kemudian, pengalaman pengguna akan meningkat apabila produk cocok dan mudah untuk digunakan. Namun, pengalaman pengguna akan mencapai puncaknya apabila aplikasi benar-benar menyenangkan, yakni jika pengguna merasa nyaman, berkesan, dan memiliki makna tersendiri di hati pengguna. Di saat itulah brand dari produk Anda akan melekat di pikiran pengguna. Lalu bagaimana caranya? Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan:
  • Berikan fitur tambahan yang berguna. Misalnya, ketika Anda mencari restoran di Google Photos, ia juga akan memberikan Anda informasi jam favorit dan menu andalan pada restoran tersebut.
  • Gunakan rekomendasi. Misal pada aplikasi video, Anda dapat memberikan rekomendasi video yang berhubungan untuk mendapatkan informasi lebih cepat.
  • Animasi yang smooth dan gambar yang menarik perhatian. Kedua komponen tersebut dapat membuat aplikasi lebih hidup dan berkesan.
  • Gunakan gamification, yakni menerapkan konsep pada game ke dalam aplikasi untuk meningkatkan keterlibatan pengguna. Contohnya, ketika mencapai level tertentu, Anda akan mendapatkan poin yang dapat ditukar dengan hadiah tertentu. 
Terakhir, bagaimana cara untuk mengetahui apakah produk kita benar-benar menyenangkan atau tidak? Di sinilah manfaat melakukan riset. Anda dapat melempar pertanyaan kepada pengguna seperti ini:
  • Apakah desain aplikasi ini membuat Anda betah menggunakannya?
  • Apakah aplikasi ini membuat Anda ingin kembali menggunakanya lagi?
  • Berapakah rating yang diberikan jika Anda merekomendasikan aplikasi ini kepada orang lain?”

Equitable (Adil)

Yang dimaksud equitable adalah produk yang dibuat dapat digunakan secara adil oleh orang-orang dengan beragam kemampuan dan latar belakang. Maksudnya, Anda perlu memperhatikan kebutuhan khusus orang-orang yang biasanya diabaikan ketika membangun produk di awal.  Berbeda dengan universal design yang memberikan fitur secara merata kepada seluruh pengguna tanpa melihat siapa penggunanya, equitable design memberikan fitur secara adil sesuai kebutuhan masing-masing penggunanya.  2021072211393888d8f1819e31ea96fbfc45c832957892.jpeg Salah satu hal yang berperan penting dalam aspek equitable adalah dengan memberikan aksesibilitas kepada mereka yang memiliki batasan kemampuan (disabilitas). Sebagai contoh, seorang tunanetra membutuhkan aplikasi yang dapat membaca teks di layar, seorang tunarungu membutuhkan fitur caption ketika melihat video, dan seseorang yang memiliki gangguan penglihatan membutuhkan teks yang cukup besar serta warna yang kontras. Dengan menyediakan akses ini, tentu akan memberikan pengalaman yang sangat berguna bagi mereka. Selain itu, desain yang berfokus pada equitable tidak membeda-bedakan latar belakang penggunanya, baik suku, ras, etnis, agama, maupun bahasa. Misal dengan menggunakan gambar yang netral dan tidak merendahkan salah satu etnis atau ras. Komponen penting lainnya adalah dengan memperhatikan beberapa aspek khusus berikut:
  • Memori RAM yang kecil, maka sebisa mungkin untuk menggunakan asset gambar yang tidak berat.
  • Koneksi pengguna yang lambat, maka sebisa mungkin untuk gambar tidak langsung dimuat semuanya, melainkan hanya ketika dibutuhkan saja dengan menerapkan lazy loading.
  • Literasi yang kurang, maka sebisa mungkin menggunakan kata-kata atau ikon yang simpel dan mudah dipahami oleh semua orang.
  • Literasi digital yang kurang, maka sebisa mungkin diberikan panduan ketika pertama kali menggunakan produk (onboarding).
Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan supaya produk Anda dapat dipakai oleh banyak kalangan, termasuk mereka yang baru menggunakan internet (next billion users). Dengan memperhatikan hal-hal ini, produk Anda berkesempatan untuk mendunia dan memiliki pengguna yang beragam. So, let’s start designing for the next billion users! Nah, pada materi selanjutnya kita akan berlatih untuk mengidentifikasi UX Design pada suatu aplikasi. Sudah siap? Yuk lanjut ke materi berikutnya.