Skip to main content

Documentation Index

Fetch the complete documentation index at: https://v1-learn.neoartd.my.id/llms.txt

Use this file to discover all available pages before exploring further.

Selain membangun kode berdasarkan bloknya, Anda juga dapat membuat sebuah kode hanya dalam satu baris saja atau berupa single statement. Konsep ini dikenal sebagai one-liner. One-liner merupakan gaya penulisan pada Python yang memungkinkan Anda untuk membuat sebuah kode hanya dalam satu baris. One-liner adalah salah satu keunggulan dalam Python yang susah untuk diimplementasikan bagi beberapa bahasa pemrograman lainnya. Tujuan dari one-liner ini adalah membuat satu baris kode yang singkat dan jelas. Perlu diingat bahwa tidak semua kode blok dapat dijadikan one-liner, seperti deklarasi fungsi, modul, dan kelas. Perhatikan kode di bawah ini yang merupakan program untuk menukar dua variabel menggunakan cara yang umum dilakukan.
x = 1
y = 2

temp = x
x = y
y = temp

print("Setelah pertukaran: ")
print("x = ", x)
print("y =",  y)

"""
Output:
Setelah pertukaran:
x = 2
y = 1
"""
Mari bedah kode tersebut.
  1. Anda menginisialisasi variabel x dengan nilai 1 dan variabel y dengan nilai 2.
  2. Anda menginisialisasi variabel temp dengan nilainya adalah variabel x. Hal ini menyebabkan variabel temp memiliki nilai 1.
  3. Anda menginisialisasi variabel x dengan nilai baru, yakni variabel y. Hal ini menyebabkan nilai dari variabel x menjadi 2.
  4. Anda menginisialisasi variabel y dengan nilai baru, yakni variabel temp. Hal ini menyebabkan nilai dari variabel y menjadi 1.
  5. Proses penukaran variabel telah selesai. Selanjutnya, Anda menampilkan nilai pada variabel tersebut dengan sintaks “print()”.
Mungkin Anda bertanya, mengapa variabel x dan y bisa berubah? Ingat konsep aksi sekuensial, program akan menjalankan kode tersebut baris per baris. Jadi, nilai dari variabel x dan y setelah inisialisasi pertama akan berubah karena pada sintaks berikutnya Anda menetapkan nilai baru pada variabel x dan y. Anda menggunakan variabel bantuan, yakni variabel “temp” untuk menyimpan nilai awal dari variabel x. Mari buat gambaran tersebut lebih sederhana dengan menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Simak analogi berikut. Di bawah ini terdapat tiga gelas kosong yang akan diisi dengan kelereng. Anda bisa asumsikan gelas dengan variabel x disebut sebagai gelas x dan seterusnya. dos:d60c9bc7023030202700e34fc3b2900520230807143127.jpeg Selanjutnya, perhatikan gambar bergerak (GIF) berikut. dos:7cc181bfb154ca0d07ecea461cea49fb20230807143226.gif Mari kita bedah langkahnya satu per satu.
  1. Langkah pertama, gelas x diisi dengan 1 kelereng dan gelas y diisi dengan 2 kelereng; sedangkan, gelas temp kosong.
  2. Langkah kedua, kelereng dari gelas x dipindahkan ke gelas temp. Hal ini menyebabkan gelas temp terisi 1 kelereng, sedangkan gelas x menjadi kosong.
  3. Langkah ketiga, akibat gelas x kosong, Anda memindahkan 2 kelereng yang berada pada gelas y ke gelas x. Hal ini menyebabkan gelas y menjadi kosong.
  4. Langkah keempat,  gelas y kosong sehingga kelereng yang berada pada gelas temp dipindahkan ke gelas y.
Dengan begitu, Anda telah memindahkan posisi kelereng pada gelas x dan gelas y. Phew, cukup memakan tenaga, ya. Namun, tahukah Anda kalau ada kode one-liner yang dapat memudahkan Anda untuk melakukan operasi menukar dua variabel ini? Berikut adalah kodenya.
x = 1
y = 2

x, y = y, x    # One-liner

print('Setelah pertukaran: ')
print('x =', x)
print('y =', y)



"""
Output:
Setelah pertukaran:
x = 2
y = 1
"""
Kode di atas memiliki tujuan yang sama dengan kode sebelumnya, yakni menukar dua variabel. Namun, pada kode program di atas, Anda menggunakan teknik one-liner untuk melakukan operasi tersebut. dos:8eb35fda178c21fc1f89c6da95e9172b20230807143127.jpeg Pada kode di atas, Anda seolah-olah menginisialisasikan ulang variabel x dengan nilai variabel y di sebelah kanan. Anda juga menginisialisasikan ulang variabel y dengan nilai variabel x yang ada di sebelah kanan. Sederhana, bukan? Dengan menginisialisasikan ulang variabel masing-masing, nilai tersebut pada akhirnya bisa saling bertukar. Hal yang Anda pelajari sekarang merupakan salah satu penerapan one-liner. Ke depannya banyak sekali materi pada Python yang memiliki versi one-liner-nya. Anda dapat membaca penjelasan detail mengenai one-liner pada link berikut.