Sebagai contoh, kita ingin mencari bukti bahwa ada 3 orang yang suka apel. Namun jika kita menggunakan tabel seperti ini, akan sulit untuk cepat membuktikan karena otak kita harus memproses terlebih dahulu data dalam tabel tersebut. Coba bandingkan ketika kita melihat gambar grafik ini.
Dengan sekilas melihat grafik, kita dapat cepat mendukung hipotesa bahwa 3 orang suka memakan apel, karena terlihat ada 3 batang vertikal yang lebih tinggi dari garis berwarna emas yang menunjukkan rata-rata orang memakan apel. Jadi fungsi grafik di sini adalah mempersingkat waktu pemahaman orang lain terhadap informasi yang ingin kita sampaikan.
Untuk mempermudah penyerapan informasi dari sebuah data, grafik disediakan dalam berbagai macam bentuk. Untuk pembelajaran kali ini kita akan fokus pada grafik yang tersedia melalui aplikasi spreadsheet Google Sheets.
Bar/Column Chart
Adalah jenis grafik di mana setiap kategori diwakili oleh persegi panjang, dengan panjang perseginya yang sebanding dengan nilai agregasi data.
Line Chart
Adalah jenis grafik yang menampilkan informasi sebagai serangkaian titik data yang disebut ‘penanda’ yang dihubungkan oleh segmen garis lurus.
Area Chart
Mirip dengan jenis grafik Line Chart. Namun, area di bawah garis yang menghubungkan titik data akan terisi dengan warna atau bayangan.
Pie Chart
Adalah jenis grafik yang menampilkan data dalam grafik lingkaran. Seluruh “kue pai” mewakili 100% dari keseluruhan, sedangkan pai “irisan” mewakili bagian dari keseluruhan.
Scatter Chart
Menggunakan titik untuk merepresentasikan nilai numerik pada kategori yang berbeda. Posisi setiap titik pada sumbu horizontal dan vertikal menunjukkan nilai untuk titik data individual.
Map Chart
Memungkinkan kita untuk memvisualisasikan hubungan spasial dalam data dengan menunjukkan data pada peta geografis. Umumnya pada peta seperti ini, semakin tebal warnanya, semakin intens pula kepadatan datanya.