Mengapa Menggunakan Visualisasi Data?
Sketsa yang dimaksud ibarat data yang kita visualisasikan dengan baik sehingga bisa dipahami banyak orang. Mungkin ia lebih baik daripada tabel ribuan baris dan kolom. Di sini jelas bahwa visualisasi data diperlukan supaya penyampaian informasi jauh lebih efektif. Apa yang Anda lakukan apabila ingin memantau pengeluaran mingguan dalam sebulan? Hal yang kerap kita lakukan adalah mencatat semua pengeluaran dalam bentuk teks. Misal pengeluaran di minggu pertama dan berikutnya untuk kebutuhan konsumsi, belanja, ataupun lainnya yang Anda jumlahkan sehingga menghasilkan sebuah nilai, misalnya Rp. 500.000.
Dari tabel dapat dilihat bahwa pengeluaran terbesar ada di minggu ke-4. Sekilas kita dapat melihat perbandingannya dengan mudah karena data yang dihasilkan masih sedikit
Setelah enam bulan kemudian, tiba-tiba Anda ingin melihat perbandingan pengeluaran setiap minggunya dalam sebulan. Catatan pengeluaran setelah 6 bulan menjadi seperti ini.
Cek tabel tersebut dan tentukan minggu dan bulan manakah yang jumlah pengeluarannya terbesar? Cukup sulit, bukan? Coba Anda bandingkan dengan contoh diagram berikut.
Diagram tersebut menunjukkan bahwa pengeluaran terbesar ada di minggu ke-4 bulan Januari dan Mei. Sedangkan terendah ada di minggu ke-I April. Analisa jadi lebih mudah dengan visualisasi data, bukan?
Di atas hanyalah sebuah contoh sederhana. Bayangkan bagaimana untuk data besar seperti sensus penduduk. Pastinya visualisasi data sangat dibutuhkan untuk mempermudah kita membaca dan menganalisis data.