Min dan Max
Apakah Anda pernah menggunakan fungsi min max sebelumnya? Kedua fungsi ini berguna untuk menentukan nilai terendah (MIN) dan tertinggi (MAX) dari suatu rentang data yang terpilih. Contoh penggunaan rumus min max seperti berikut:
Nah berdasarkan tabel di atas, apa yang kita lakukan jika ingin mengetahui jumlah penjualan paling tinggi dan paling sedikit?
-
Pertama, untuk mengetahui barang apa yang paling banyak terjual gunakan rumus
=MAX(C3:C12).
Rumus MAX di atas memilih rentang data mulai dari C3 hingga C12. Sehingga dapat disimpulkan bahwa angka penjualan paling banyak pada rentang data tersebut sejumlah 300.
-
Selanjutnya untuk mencari angka penjualan paling rendah, rumus yang dapat diterapkan adalah
=MIN(C3:C12).
Rumus MIN di atas memilih rentang data mulai dari C3 hingga C12. Kesimpulannya, angka penjualan paling sedikit pada data rentang tersebut adalah 50.
Trim
Selanjutnya fungsi TRIM digunakan untuk menghilangkan ruang kosong yang tidak dibutuhkan pada sebuah teks. Fungsi ini hanya berjalan pada sel tunggal bukan pada rentang sel. Penggunaan rumusnya adalah sebagai berikut:
Terlihat pada contoh di atas bahwa data yang ada terlalu banyak spasi dan tidak rapi. Di sinilah kegunaan fungsi TRIM. Terapkan rumus =TRIM(A2) pada sel B2 sebagai berikut:
Hasilnya setelah menggunakan fungsi TRIM, data yang dihasilkan pun menjadi lebih rapi. Sekarang coba gunakan fungsi TRIM untuk merapikan data pada sel A3 dan seterusnya. Tampilan akhirnya sebagai berikut:
Replace
Selanjutnya terdapat fungsi Replace. Tahukah Anda apakah fungsi Replace dalam spreadsheet? Replace dapat digunakan untuk mengganti string baik berupa angka maupun teks biasa. Sistematika penulisan Replace sebagai berikut:
Pada contoh data di atas, terdapat 3 data yang ingin kita ganti, yaitu:
- Buka diganti menjadi Buku
- Saya membaca buku diganti menjadi Saya menulis buku
- Saya123 diganti menjadi Aku123
-
Untuk contoh pertama kita menerapkan fungsi sebagai berikut pada sel B2
Berikut penjelasannya sesuai sistematika penulisannya:
- Text : Dapat diisi dengan teks secara langsung atau alamat sel. Dalam contoh di atas menggunakan alamat sel A2.
- Position : Posisi atau urutan dari huruf yang ingin diganti. Dalam hal ini huruf “a” yang ingin kita ganti berada di urutan ke-4 dari kata “Buka”.
- Length : Panjang karakter yang ingin kita ganti. Karena yang ingin kita ganti hanya huruf “a” saja berarti kita isi dengan 1.
- New_text : Teks baru yang ingin kita gunakan untuk mengganti teks lama, bisa berupa angka atau huruf. Dalam contoh di atas kita menggunakan huruf “u” sebagai teks baru supaya kata “Buka” bisa berganti menjadi “Buku”.
-
Contoh selanjutnya kita ingin mengganti kalimat “Saya membaca buku” menjadi “Saya menulis buku”.
Berikut penjelasannya sesuai sistematika penulisannya:
- Text : Dapat diisi dengan teks secara langsung atau alamat sel. Dalam contoh di atas menggunakan alamat sel A3.
- Position : Posisi atau urutan dari huruf yang ingin diganti. Dalam hal ini kata “membaca” yang ingin kita ganti berada di urutan ke-6 dengan spasi terhitung satu karakter.
- Length : Panjang karakter yang ingin kita ganti. Karena yang ingin kita ganti kata “membaca” berarti kita isi dengan 7.
- New_text : Teks baru yang ingin kita gunakan untuk mengganti teks lama, bisa berupa angka, huruf, dan kalimat. Dalam contoh di atas kita menggunakan kata “menulis” sebagai teks baru supaya kata “membaca” bisa berganti menjadi “menulis”.
-
Kemudian kita ingin mengganti kalimat “Saya123” menjadi “Aku123”.
Berikut penjelasannya sesuai sistematika penulisannya:
- Text : Dapat diisi dengan teks secara langsung atau alamat sel. Dalam contoh di atas menggunakan alamat sel A4.
- Position : Posisi atau urutan dari huruf yang ingin diganti. Dalam hal ini dari kata “Saya123” hanya diganti bagian “Saya” saja. Sehingga urutan karakternya diisi dengan 1.
- Length : Panjang karakter yang ingin kita ganti. Karena yang ingin kita ganti kata “Saya” berarti kita isi dengan 4.
- New_text : Teks baru yang ingin kita gunakan untuk mengganti teks lama, bisa berupa angka, huruf, dan kalimat. Dalam contoh di atas kita menggunakan kata “Aku”.
Unique
Unique merupakan sebuah fungsi yang dapat kita gunakan untuk mencari data yang unik dari sebuah data yang mungkin saja ada yang sama. Sistematika penulisannya sebagai berikut:
Bagaimanakah jika kita ingin mengambil data yang unik saja dari data di atas?
Jawab:
Kita dapat menggunakan fungsi UNIQUE seperti di bawah ini:
Secara otomatis setelah fungsi dijalankan hasilnya akan memunculkan daftar data yang unik dari nama barang. Tidak akan muncul data yang sama seperti pada kolom C pada gambar di bawah ini:
IF
Fungsi IF digunakan untuk membuat perbandingan logis antara sebuah data dengan kondisi penguji yang yang diberikan. Penggunaannya sebagai berikut:IF Sederhana
Untuk menerapkan fungsi IF dalam contoh kasus, kita modifikasi contoh tabel Penjualan data seperti berikut:
Contoh kasus:
Kita ingin mengetahui status penjualan setiap barang berdasarkan dua opsi kategori berikut: sudah “bagus” atau “perlu ditingkatkan”. Parameter untuk menentukan status tersebut adalah jika barang yang terjual lebih dari 75 unit, maka masuk kategori penjualan bagus. Namun jika sama atau kurang dari 75 unit yang terjual, maka statusnya perlu ditingkatkan. Bagaimana cara mengetahuinya?
Pada alamat sel D3 masukkan rumus =IF(C3>75,"Bagus","Perlu ditingkatkan"). Fungsi tersebut memeriksa sel C3, yang berisi nilai 300, apakah lebih besar dari angka standar yang ditentukan (pada kasus ini 75).
Hasil dari rumus tersebut adalah “Bagus”. Hal ini karena 300 lebih besar daripada 75. Sekarang gunakan rumus tersebut untuk sel lainya pada kolom D. Hasil akhir akan terlihat seperti berikut.
IF Bertingkat
Terdapat 5 nilai siswa (lihat kolom D) dalam sebuah ulangan matematika. Bagaimana caranya jika kita ingin mengetahui nilai huruf dari kelima siswa tersebut?
Jawab:
Kita dapat menggunakan IF bertingkat pada alamat sel E3 seperti berikut:
Pada tabel di atas terdapat empat logika IF. IF pertama digunakan untuk menguji apakah nilainya lebih dari atau sama dengan 90. Jika benar, maka akan mendapatkan nilai huruf A. Jika salah, maka akan disambung dengan IF kedua, yaitu menguji apakah nilainya lebih dari atau sama dengan 80. Jika benar, maka akan mendapatkan nilai huruf B. Jika ternyata masih salah, maka akan disambung dengan IF ketiga, yaitu menguji apakah nilai lebih besar atau sama dengan 70. Jika benar, maka akan mendapatkan nilai huruf C. Terakhir, jika masih belum memenuhi kondisi, maka akan diuji apakah nilai lebih dari atau sama dengan 60. Jika benar, maka akan mendapatkan nilai D. Jika tidak memenuhi kondisi di atas berarti otomatis mendapat nilai E karena di bawah 60. Jangan lupa pada penulisan rumus untuk menggunakan tutup kurung sebanyak jumlah IF pada akhir fungsi. Sehingga seluruh hasilnya sebagai berikut:
