Tujuan Instruksional Khusus
Setelah menyelesaikan pertemuan ini mahasiswa diharapkan :- Mengetahui definisi Sistem Persamaan Linier
- Dapat membentuk matriks yang merepresentasikan Sistem Persamaan Linier
- Dapat menyelesaikan Sistem Persamaan Linier dengan menggunakan metode Gauss dan Gauss Jordan
Persamaan Linear
Persamaan yang semua variabelnya berpangkat 1 atau 0 dan tidak terjadi perkalian antar variabelnya.Contoh:
- ->
PL - ->
PL - ->
Bukan PL
Solusi PL (1) : berupa suatu “tripel” dengan masing-masing nilai sesuai
urutan (nilai-x, nilai-y, nilai-z) yang memenuhi persamaan tersebut.
Himpunan solusi untuk persamaan di atas:{ ... ( 0, 1, 4), (1, 0, 4), (4, 5, 0), .... }Himpunan solusi juga disebut Ruang Solusi (solution space)
Sistem Persamaan Linier
Suatu sistem terdiri dari beberapa (2 atau lebih) persamaan linier. Contoh:Ruang Solusi:
berupa semua
ordered-pair yang harus
memenuhi semua persamaan linier dalam sistem tersebut;
untuk sistem ini ruang solusinya { (2, 1) }
Penyimpangan Pada Penyelesaian Suatu SPL
Pada beberapa SPL tertentu terdapat penyimpangan - penyimpangan dalam penyelesaiannya, misal :Diberikan SPL sebagai berikut :
Diperoleh penyelesaian , , dan Jika SPL tersebut dituliskan dalam bentuk dua desimal :
Didapat penyelesaian ; ; dan Contoh Lain:
Diberikan SPL sebagai berikut :
dan
Penyelesaian: Penyelesaian :
Diberikan SPL sebagai berikut :
sehingga :
Jika nilai y dibulatkan 3 desimal, didapat nilai , substitusikan ke persamaan pertama didapat nilai .
Interpretasi Geometrik
Sistem menggambarkan 2 garis lurus pada sebuah bidang datar.Solusi: dan berpotongan di (2, 1) Kemungkinan:
- berpotongan di 1 titik

- tidak berpotongan

- berimpit
